Belajar dari Sistem Pendidikan Finlandia
Angka-angka selalu menjadi tolak ukur keberhasilan anak dalam menimba ilmu bangku sekolah. Namun di negara Finlandia, nilai atau angka seperti itu malah dikesampingkan. Justru dari situlah Finlandia mampu membuktikan dirinya sebagai negara yang sistem pendidikannya berhasil menempati ranking satu dunia.
"Kalau pendidikan Indonesia mau maju, belajarlah dari sistem pendidikan di Finlandia," tutur Elly Risman, seorang psikolog terkenal yang sudah berkunjung ke Finlandia.
Keberhasilan sekolah di Finlandia tidak diukur berdasarkan angka, melainkan secara kualitas. Penilaian justru dilakuan pada calon guru. Guru yang diseleksi dan menjadi lulusan terbaiklah yang menjadi gurudi sekolah tersebut. Kualitas guru memang menjadi kunci keberhasilan siste pendidikan di Finlandia.
Angka-angka buat mereka tidak penting. Yang terpentingadalah murid dapat menguasai materi pelajaran. Materi pelajaran itu disesuaikan dengan kebutuhan muridnya. Jadi siswa belajar sesuai dengan mata pelajaran keinginan mereka.
Di Finlandia, guru mengevaluasi hasil pembelajaran di konferensi guru. Di ajang itu guru akan membahas kelebihan dan kekurangan metode belajar yang berlangsung di sekolah. Evaluasi itu tidak ada kaitannya dengan naik tidaknya siswa. Oleh karena itu di Finlandia tidak ada siswa yang tidak naik kelas. Bagi mereka, membuat kebijakan murid tidak naik kelas akan menggangu kepercayaan diri si murid.
Salah satu contoh sekolah di Finlandia adalah Torpparinmaki Comprehensive School yang berada di pinggiran ibukota Helsinki. Di sekolah tersebut tercatat 420 murid, terdiri dari 380 murid umum dan 40 murid khusus. Guru penuhnya 30 orang, staf 20 orang, ditambah sukarelawan.
Murid khusus adalah murid yang memiliki maslaah dan perlu mendapatkan perlakuan khusus, misalnya sulit belajar atau stres karena oarn tua bercerai. Murid khusus itu ditangani oleh konselor. Jika cukup berat akan ditangani oleh psikolog. Namun mereka tidak di pisahkan dari murid lainnya.
Ujian Nasional
Murid belajar di mana saja. Jadi murid kelas I-IX bisa belajar di tempat yang sama dengan mata pelajaran yang berbeda. Ada yang beljar mengarang, matematika, desain, bahasa Inggris, bahasa Jerman, bahsa Swedia, dan melukis. Penilaian berupa angka baru diberikan kepada siswa kelas V ke atas.
Pemerintah Finlandiamengukkur kualitas pendidikan dengan ujian nasional. Namun, ujian nasional tidak digelar setiap tahun untuk seriap mata pelajaran. Contohnya tes bahasa Inggris hanya dilakuakn di kelas V dan IX. Ukian tersebut tidak diikuti oleh semuasiswa. pemerintah akan menetukan peserta dengan cara random di kelompok siswa cerdas, menengah, dan kurang. Hasil ujian tersebutdigunakan untuk bahan evaluasi, bukan untuk menentukan kenaikan kelas atau kelulusan siswa.
Murid yang menyelesaikan pendidikan dasar sembilan tahun kemudian meneruskan pendidikan ke sekolah menengah setingkat SMA. Setelah itu siswa bisa mengikuti ujian masuk universitas atau politeknik. Pendidikank di Finlandia seluruhnya gratis.
Dikutip dari : Warta Kota
PERINGATAN !
Sabtu, 04 April 2009
BELAJAR DARI SISTEM PENDIDIKAN FINLANDIA
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
0 komentar:
Posting Komentar